Jakarta (SOHIB21) – Shalat tarawih merupakan salah satu amalan sunnah yang hanya dilakukan selama bulan Ramadhan. Ibadah ini menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk memperbanyak pahala di malam-malam Ramadhan.
Namun, masih banyak yang bertanya-tanya tentang jumlah rakaat shalat tarawih yang benar. Apakah 8 rakaat, 20 rakaat, atau bahkan 36 rakaat? Perbedaan jumlah rakaat ini sering menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat. Padahal, jumlah rakaat tersebut pendapat memiliki dasar dan keutamaannya masing-masing.
Lantas, berapa jumlah rakaat shalat tarawih yang sesuai dengan ajaran Islam? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini, melansir Nu
Sebagian besar ulama sepakat bahwa jumlah rakaat shalat tarawih yang dikerjakan Rasulullah SAW adalah delapan rakaat, ditambah tiga rakaat shalat Witir.
Hal ini merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, di mana Aisyah Radhiyallahu Anha menjelaskan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah melaksanakan shalat malam lebih dari sebelas rakaat, baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.
Meski demikian, ada pula pendapat yang membolehkan jumlah rakaat lebih banyak, seperti 20 rakaat, yang umum dilaksanakan di beberapa daerah, bahkan ada yang hingga sampai 36 rakaat.
Berikut penjelasan para ulama terkait perbedaan jumlah rakaat shalat tarawih:
Sebagian ulama dari mazhab Hanafi memiliki pandangan berbeda mengenai jumlah rakaat shalat tarawih. Salah satunya adalah Imam Al-Kamal Ibnu al-Humam, yang berpendapat bahwa shalat Tarawih terdiri dari 8 rakaat.
Pendapat ini beliau sampaikan dalam kitab Fathul Qadir, di mana ia menjelaskan dasar-dasar jumlah rakaat tersebut.
“Sesungguhnya
Para ulama memiliki pandangan berbeda terkait jumlah rakaat shalat tarawih. Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali sepakat bahwa shalat tarawih terdiri dari 20 rakaat.
Salah satu pendapat tersebut disampaikan oleh Imam As-Sarakhsi, ulama terkemuka dari mazhab Hanafi, yang menjelaskan tentang ketentuan jumlah rakaat ini dalam karya-karyanya.
Maka sesungguhnya shalat tarawih itu 20 rakaat, selain shalat witir, menurut pendapat kami. (Lihat: As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, juz 2, halaman 144).
Sementara itu, sebagian ulama mazhab Maliki menyatakan bahwa shalat tarawih berjumlah 36 rakaat, sebagaimana dijelaskan Imam An-Nafrawi berikut ini:
“Dan ulama salaf melaksanakan shalat tarawih pada bulan Ramadhan di masjid-masjid dengan 20 rakaat… Lalu setelah itu mereka shalat dengan 36 rakaat.”
Cara pelaksanaannya dibagi dalam beberapa sesi dengan jeda istirahat. Perbedaan jumlah rakaat ini bukan hal yang dipermasalahkan, sebab inti dari ibadah tarawih adalah memperbanyak amal kebaikan di bulan Ramadhan.
Sejak masa lampau, perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat shalat tarawih menjadi perbincangan di kalangan umat Islam. Sebagian berpendapat shalat tarawih dilakukan sebanyak 20 rakaat, ada yang menyebut 36 rakaat, sementara lainnya meyakini 8 rakaat sebagai jumlah yang dianjurkan, dengan shalat witir menjadi 11 rakaat.
Perselisihan ini terjadi karena tidak ada hadis yang secara tegas dan jelas menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih yang dikerjakan Rasulullah
Bagaimana shalat Rasulullah
Jumlah rakaat shalat tarawih kerap disesuaikan dengan tradisi yang berlaku di berbagai komunitas Muslim di seluruh dunia. Oleh sebab itu, umat Muslim dianjurkan mengikuti kebiasaan yang diterapkan di masjid atau lingkungan tempat mereka beribadah.
Namun, esensi dari shalat Tarawih tidak semata-mata terletak pada jumlah rakaat yang dikerjakan, melainkan pada kualitas dan kekhusyukan dalam menjalankannya.
Baik 8, 20, maupun 36 rakaat, hal terpenting dalam shalat tarawih adalah niat yang tulus, penghayatan saat membaca Al-Quran, serta doa yang dipanjatkan dengan ikhlas untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Leave a Reply